Viral Band Ternama Hibur Pejabat Pemkab Tangerang di Bandung

Berita Viral72 Dilihat

Viral video band papan atas tampil di acara rapat Pemkab Tangerang di Bandung menuai kritik tajam dari warganet dan pengamat. Artikel ini membahas kronologi, alasan panitia, kontroversi anggaran serta respons pejabat terkait fenomena ini. Liputan6+1


Viral Band Ternama Hibur Pejabat Pemkab Tangerang di Bandung: Kerja atau Pesta?

Video singkat yang memperlihatkan band ternama tampil di tengah acara rapat Pemerintah Kabupaten Tangerang di Bandung tiba-tiba jadi bahan perbincangan hangat di med-sos akhir Desember 2025. Netizen buru-buru mengaitkan musik dan hiburan dengan pemborosan anggaran, sementara panitia pembelaan bilang itu bagian dari acara resmi. Kita bedah semua detailnya. Liputan6+1


1. Kronologi Kejadian yang Bikin Viral

  • Acara itu berlangsung di Holiday Inn Pasteur, Bandung, pada 11–13 Desember 2025. Liputan6

  • Tujuan utamanya menurut panitia adalah Rapat Koordinasi Kinerja Semester II Tahun 2025 yang menghadirkan empat OPD besar Pemkab Tangerang: Bapedda, BKAD, Inspektorat Daerah, dan BKPSDM. Liputan6

  • Video yang beredar di media sosial memperlihatkan penampilan sebuah band ternama (Repvblik) menghibur para peserta atau pejabat di acara tersebut. Aksinya langsung viral dan memperoleh kritik netizen. Akurat Banten – Banten News

Netizen langsung mempertanyakan: ini rapat serius atau malah jadi konser mini? Banyak akun protes karena acara „rapat“ tiba-tiba berakhir dengan band tampil di ballroom. Kritik tajam muncul soal timing dan konteks hiburan di tengah kegiatan pemerintahan. Akurat Banten – Banten News


2. Band Apa yang Tampil, dan Kenapa Bisa Ada di Acara Pemerintah?

Dalam video yang viral disebutkan secara eksplisit penampilan band Repvblik, salah satu band Indonesia yang punya basis fans besar dan hits-nya sering nongol di playlist radio nasional. Akurat Banten – Banten News

Panitia menjelaskan bahwa penampilan band itu bukan ‘konser dadakan’, melainkan bagian dari kontrak dengan Event Organizer (EO) yang mengurus seluruh rangkaian acara. EO tersebut terdaftar dalam E-Katalog pemerintah, sehingga secara administratif dianggap sah. Liputan6

Ketua panitia, Fahmi Faisuri (Kabag Perencanaan & Keuangan Setda Kab. Tangerang), menegaskan bahwa band itu hanya hiburan kecil setelah rangkaian rapat panjang seharian. Liputan6


3. Kontroversi Anggaran & Reaksi Publik

Potongan berita dari sumber lain menyebut acara rakor ditengarai menghabiskan anggaran hingga Rp 900 juta, termasuk untuk penampilan band ternama ini. Kritik semakin keras karena anggaran tersebut dianggap tidak tepat digunakan saat ada keluhan masyarakat soal infrastruktur dan kebutuhan publik di Tangerang. Akurat Banten – Banten News

Respons warga di med-sos berkisar dari komentar nyinyir soal prioritas anggaran hingga pertanyaan tentang etika pejabat yang „pesta musik“ saat negara butuh efisiensi. Akurat Banten – Banten News


4. Klarifikasi Dari Pemkab Tangerang

Panitia acara memohon maaf atas viralnya video dan respons negatif yang muncul di publik. Fahmi bilang kalau niatnya bukan untuk bersenang-senang semata: sebelum hiburan, peserta sudah mengikuti diskusi serius soal evaluasi kinerja, pengawasan Inspektorat, dan Musrenbang Award serta ASN Award. Liputan6

Permintaan maaf tersebut disampaikan untuk jadi bahan koreksi agar ke depan perencanaan dan komunikasi acara lebih clear supaya tidak menimbulkan salah paham publik lagi. Liputan6


5. Konflik Internal: Inspektorat vs Panitia

Sumber lain melaporkan ada perbedaan klaim antara panitia dengan pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang. Inspektorat menyatakan baru tahu soal konser band ketika sudah sampai di lokasi, sehingga unsur pengawasan internal terkait penampilan musik ini disebut kurang transparan. Berita Tangerang Lensametro.com

Perbedaan klaim ini nambah drama publik: satu pihak bilang itu bagian acara resmi, pihak lain merasa „ditambah-tambahi“ di luar agenda rapat yang sebenarnya. Berita Tangerang Lensametro.com


6. Intinya? Evaluasi dan Pelajaran

Yang bikin warga sebel bukan cuma soal band tampil, tapi bagaimana acara pemerintah yang harusnya fokus pada kerja akhirnya tampak kayak pesta musik di video yang tersebar. Polemik ini buka ruang diskusi soal:

  • Transparansi penggunaan anggaran publik

  • Batas antara hiburan dan kegiatan resmi

  • Komunikasi acara pemerintah ke publik yang harus lebih jelas

Panitia udah minta maaf, tapi publik netizen kemungkinan besar bakal terus memantau bagaimana Pemkab Tangerang menata kegiatan serupa ke depannya tanpa bikin heboh media sosial lagi. Liputan6+1


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *