Influencer dan relawan kemanusiaan Ferry Irwandi tetap kalem merespons sindiran anggota DPR soal donasi bantu korban bencana Sumatera senilai Rp10 miliar, dan kemudian menerima permintaan maaf dari legislator tersebut untuk meredakan konflik di tengah situasi darurat.
Ferry Irwandi Tetap Kalem hingga DPR Sampaikan Permintaan Maaf
Jakarta / Sumatra, 13 Desember 2025 — Nama Ferry Irwandi belakangan menjadi sorotan publik setelah komentarnya soal bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatra disindir oleh salah satu anggota DPR RI. Alih-alih emosi, Ferry justru merespons dengan tenang dan memilih fokus pada penanganan kebutuhan masyarakat terdampak bencana, hingga mendapat permintaan maaf pribadi dari legislator yang bersangkutan. Independen Media+1
Kontroversi Sindiran DPR
Kontroversi bermula ketika anggota Komisi I DPR RI Endipat Wijaya menyinggung aksi bantuan yang dilakukan Ferry Irwandi dan timnya. Dalam rapat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Endipat menyampaikan komentar yang kemudian ramai ditafsirkan sebagai sindiran terhadap upaya Ferry dalam menggalang donasi senilai Rp10 miliar untuk korban bencana di wilayah Sumatera. Independen Media
Endipat sempat membandingkan kontribusi pemerintah yang menurutnya mencapai angka triliunan dengan donasi publik yang dihimpun Ferry dan tim. Pernyataan ini memicu reaksi luas di publik, terutama dari pendukung Ferry yang menilai komentar legislator tersebut tidak peka terhadap aksi solidaritas masyarakat dalam situasi darurat. Independen Media
Sikap Kalem dan Tegas dari Ferry Irwandi
Menanggapi sindiran tersebut, Ferry Irwandi memilih tidak terpancing emosi. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya (@irwandiferry), Ferry menyatakan bahwa ia tidak merasa marah atau kesal sama sekali atas pernyataan Endipat. Ia justru mengapresiasi dukungan luar biasa dari masyarakat yang terus mengalir sejak aksi penggalangan dana dimulai. Quena Id
Ferry menyampaikan bahwa dukungan tersebut justru menjadi semangat tambahan untuk terus membantu masyarakat terdampak bencana dan fokus pada kebutuhan nyata di lapangan daripada berlarut-larut dalam konflik pernyataan. Quena Id
Permintaan Maaf dari Anggota DPR
Setelah dinamika publik dan dukungan masyarakat menguat, Endipat Wijaya menghubungi Ferry secara pribadi untuk menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang sulit ditafsirkan. Menurut Ferry, permintaan maaf itu diterimanya dengan lapang dada karena ia tidak ingin memperpanjang polemik di tengah suasana duka dan kerja keras penanganan bencana. Kulturnativ
Ferry juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan kebutuhan mendesak masyarakat yang masih harus dipenuhi di daerah terdampak. Endipat, menurut laporan, menerima masukan tersebut dan berjanji akan mempertimbangkan hal-hal yang disampaikan. Quena Id
Fokus pada Penanganan Bencana
Di tengah pemberitaan dan perdebatan, Ferry tetap konsisten menekankan bahwa prioritas utamanya adalah penyaluran bantuan dan dukungan bagi warga korban bencana di Sumatra. Ia sempat menyebutkan kebutuhan seperti genset dan bahan bakar sebagai hal penting yang diperlukan masyarakat di lokasi yang masih banyak mengalami gangguan listrik serta akses yang sulit. Klik Bantuan
Sikap tersebut mendapatkan respons positif dari anggota DPR lain yang menilai bahwa kolaborasi antara relawan, masyarakat sipil, dan institusi negara adalah kunci untuk menangani bencana secara efektif tanpa terjebak dalam perdebatan. Antara News Jawa Timur
Kesimpulan
Kasus ini menunjukkan bagaimana figur publik seperti Ferry Irwandi mampu meredam konflik politik dengan tetap tenang dan fokus pada tujuan kemanusiaan: membantu korban bencana. Menerima permintaan maaf dari anggota DPR menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan dan mengarahkan energi publik kembali pada fokus utama yakni solidaritas dan penanganan bencana. Kulturnativ
