Fakta Banjir Besar di Kalsel Akhir Pekan Lalu yang Perlu Kamu Tahu

Berita Nasional53 Dilihat

Banjir besar melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) akhir pekan lalu akibat hujan ekstrem dan meluapnya sungai-sungai besar. Ribuan warga terdampak, ratusan rumah terendam, darurat banjir diumumkan, hingga satu korban jiwa tercatat. Berikut fakta lengkap bencana banjir Kalsel yang perlu kamu tahu. Jombang News+1


Fakta Banjir Besar di Kalsel Akhir Pekan Lalu yang Perlu Kamu Tahu

Kalimantan Selatan kembali diterjang bencana banjir besar pada akhir pekan lalu, Sabtu 27 Desember 2025, setelah hujan lebat mengguyur wilayah ini dalam waktu lama. Bencana ini bukan sekadar genangan air biasa — intensitas curah hujan ekstrem membuat sejumlah sungai besar meluap dan memicu dampak yang luas bagi masyarakat. Media Indonesia


1. Penyebab Utama: Hujan Lebat dan Sungai Meluap

Banjir besar di Kalsel dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari, membuat debit air sungai-sungai utama seperti Sungai Barito dan anak-anaknya melampaui kapasitas normal. Hujan terus menerus ini diperkirakan terkait pola cuaca ekstrem di akhir musim hujan. rimaugroup.com

Dampaknya bukan hanya genangan di permukiman — air yang masuk juga membuat akses jalan putus, infrastruktur rusak, dan aktivitas ekonomi lumpuh di beberapa daerah. rimaugroup.com


2. Luas Area yang Terdampak

Banjir melanda banyak kabupaten di Kalsel, dengan dampak paling parah tercatat di Kabupaten Balangan. Menurut data BPBD daerah, banjir di sana telah:

  • Mengenai 10.949 orang penduduk di 27 desa.

  • 3.511 rumah terendam air.

  • Pemerintah Balangan menetapkan status tanggap darurat banjir sampai 3 Januari 2026 untuk memfokuskan penanganan bencana. Jombang News+1

Selain Balangan, banjir juga meluas di beberapa lokasi lain seperti Hulu Sungai Selatan (HSS), di mana data sementara menunjukkan lebih dari 4.100 orang terdampak banjir di kawasan Kandangan dan sekitarnya. VOI


3. Dampak Sosial dan Rumah Tangga

Banjir bandang yang terjadi di Balangan juga menyebabkan:

  • Ratusan rumah rusak sampai tingkat sedang dan berat, terutama di desa-desa seperti Juuh, Sungsum, Tebing Tinggi, dan Gunung Batu.

  • Infrastruktur umum seperti masjid, SD, kantor desa, dan fasilitas kesehatan ikut terendam dan rusak.

  • Lebih dari 1.615 kepala keluarga (KK) terdampak air bah di delapan desa terdampak. Jombang News

Evakuasi pun dilakukan oleh tim SAR dan relawan, terutama saat banjir mencapai puncaknya pada hari pertama kejadian. Jombang News


4. Korban Jiwa dan Kerugian Lainnya

Sayangnya, bencana ini juga menelan korban jiwa. Seorang lansia berusia 73 tahun bernama Sudarto meninggal dunia saat sebuah jembatan penghubung desa di Tanah Laut terputus dilintasi banjir, lalu terjatuh ke air yang deras. Jombang News


5. Jumlah Terdampak Secara Keseluruhan

Menurut data terbaru, sebagian wilayah Kalsel mengalami dampak banjir yang sangat luas:

  • Setidaknya 6.289 rumah terendam air.

  • Sebanyak 7.810 keluarga atau lebih dari 21.500 jiwa terkena dampak langsung banjir.

  • Sekitar 1.166 warga mengungsi dan ditempatkan di 12 lokasi pengungsian dengan fasilitas dapur umum serta bantuan lainnya. Media Indonesia


6. Gangguan Aktivitas dan Infrastruktur

Banjir besar juga berdampak pada:

  • Transportasi terganggu, karena banyak jalan utama tergenang atau putus.

  • Perekonomian lokal lumpuh, terutama di pusat-pusat permukiman dan pertanian.

  • Akses terhadap fasilitas publik seperti sekolah, kantor desa, dan fasilitas kesehatan ikut terhambat. Media Indonesia


7. Status Darurat dan Respon Pemerintah

Pemerintah daerah di sejumlah kabupaten Kalsel langsung menetapkan status darurat bencana banjir sehingga fokus penanganan, evakuasi, rehabilitasi, dan distribusi bantuan bisa dilakukan dengan cepat. Jombang News

Kolaborasi antara BPBD, SAR, TNI/Polri, instansi pemerintahan, serta relawan kemanusiaan menjadi garda depan dalam membantu warga keluar dari situasi krisis ini.


Intinya: Banjir Besar Ini Bukan Bencana Isolasi

Banjir di Kalimantan Selatan akhir pekan lalu bukan sekadar banjir musim biasa — ini adalah bencana hidrometeorologis besar dengan dampak luas:

  • Ribuan warga terdampak secara sosial dan ekonomi.

  • Fasilitas umum rusak dan permukiman terendam.

  • Setidaknya satu korban jiwa terkonfirmasi, dan risiko lanjutan masih ada selama hujan tinggi berlanjut. Jombang News

Warga setempat dan pemerintah kini fokus pada pemulihan dan mitigasi lanjutan, sambil terus memantau kondisi cuaca yang diperkirakan masih dinamis di awal tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *